Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juli 2012

Sebongkah Perasaan

"Jika kau memahami cinta adalah perasaan irrasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga. Kau dengan mudah membenarkan apapun yang terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi karena kau tidak mampu mengendalikan perasaan tersebut. Tidak lebih, tidak kurang."

--Tere Liye, Berjuta Rasanya 2

Senin, 18 Juni 2012

Apa Aku Sedang Jatuh Cinta?


Subhanallah...
Apa aku sedang jatuh cinta?

Lagi
Lagi-lagi aku tersentuh aura seseorang yang membuat hatiku bergetar, aliran darahku berdesir, nafasku sesak
Seorang ikhwan *benarkah dia ikhwan?* yang membuatku merasa malu, merasa senang, merasa khawatir, merasa kagum, dan merasa minder ketika aku di dekatnya
Seseorang yang membuat aku bertingkah aneh dan senang berlebihan saat mendapatkan sms-nya

Astaghfirullahaladzim... salahkah aku?
Ya, aku tahu aku salah
Aku tahu rasa ini membuatku berdosa,
Karena dia belum halal untukku, untuk saat ini

Astaghfirullahaladzim...
Ya Allah, Engkau Yang Maha Membolak-balikkan Hati
Engkau tahu bahwa aku telah sadar bila rasa ini akan datang terhadap ikhwan itu sejak pertama kali aku bertemu dengannya
Engkau tahu bahwa aku telah mengantisipasinya dengan bersikap cuek dan menganggapnya biasa
Tetapi, mengapa Engkau hadirkan momen itu?
Mengapa Engkau memberikan kesempatan untuk setan menyusup dan menyemai benih-benih kesenangan semu?

Aku takut bila aku jatuh cinta, aku lupa pada-Mu
Aku takut rasa ini menambah berat timbangan dosaku
Perlukah kutoreh satu nama di tulisan ini, di hati ini?
Bolehkah?
Allah, bimbing aku...

Minggu, 23 Oktober 2011

Alunan Tasbih Mahabbah Rindu


Ya Allah...
Jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu
Jika aku jatuh cinta,jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah...
Jika Kau halalkan aku merindui seorang kekasih, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepadaMu
ketika aku mengucap cinta, biarkanlah kukatakan kepada yang hatinya tertaut padaMu, agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karenaMu
Ya Rabbana...
Jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut padaMu agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu
Jika aku jatuh hati,jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu
Ya Rabbul Izzati...
Jika aku merindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalanMu
Jika aku merindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu
Ya Muhaimin...
Jika aku menikmati cinta,janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirMu
Jika aku menikmati cinta, ingatkanlah aku bahwa ada sebuah akhir sehingga aku tetap bersama yang tidak pernah berakhir
Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu
Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu

Sabtu, 27 Agustus 2011

Puisi Cinta Ketika Cinta Bertasbih

Entah kenapa setelah ngepost novel-novel yang aku punya di blog Coba Baca aku jadi keinget novel Ketika Cinta Bertasbihku. Mau aku post-in juga, ah, tapi udah keburu best seller bukunya, udah dibikin film n sinetronnya pula. yaudah, aku iseng browsing2..
Ini lhoh, ketika baca ulang puisi cinta di novel itu, hmm.. ya ampun...


Puisi Ketika Cinta Bertasbih oleh Sheikh Jalaluddin al-Rumi
Cinta adalah kekuatan,
yang mampu mengubah duri jadi mawar,
mengubah cuka jadi anggur,
mengubah sedih jadi riang,
mengubah amarah jadi ramah,
mengubah musibah jadi muhibbah,
itulah cinta..
Dideklamasikan oleh Ayyatul Husna
—–
Sekalipun cinta telah ku uraikan,
dan ku jelaskan panjang lebar,
namun jika cinta kudatangi,
aku jadi malu pada keteranganku sendiri…
meskipun lidahku telah mampu menguraikan,
namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang..
sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya..
kata-kata pecah berkeping-keping,
begitu sampai kepada cinta..
dalam menguraikan cinta,
akal terbaring tak berdaya,
bagaikan keldai terbaring dalam lumpur..
cinta sendirilah yang menerangkan cinta dan percintaan..
Dideklamasikan oleh Anna AlthaFunnisa

Kamis, 25 Agustus 2011

Teruntuk Ikhwan yang Shaleh


Ku tulis bait ini dalam rangkaian malamku yang panjang
Ku ungkap getar ini dalam ragu yang tertahan...
Untukmu seorang ikhwan yang tak juga kunjung datang...
Aku bersama semua baktiku yang tertunda
Bersama sepotong cinta yang tak akan sempurna
Bila tidak juga kau ada...
Untuk calon suamiku yang tidak ku tahu ada dimana
Kelak bila kau datang izinkan bakti dan taatku melebur bersama senyummu..
Iznkan cinta dan kehormatanku terpatri kuat untuk menjaga kehormatanmu...
Untuk calon suamiku yang sedang berdakwah entah dimana
Ketahuilah...
Bahwa aku wanita asing bagimu
Nanti terangkanlah apa - apa yang tidak kumengerti darimu
Terangkanlah apa-apa yang tidak tersukai darimu
Agar istri solehah menjadi mahkota mendampingimu...
Untuk calon suamiku yang masih sibuk dalam kelelahanmu...
Ketahuilah bahwa aku selalu menunggumu..
Menunggu menjadi kendaraan yang nyaman buatmu..
Menjadi rumah yang lapang untukmu...
Menjadi penunjuk jalan yang lurus untukmu...
Menjadi penyejuk hatimu...
Dan Wahai engkau calon pengobat cintaku...
Bila nanti Allah rizkikan engkau untukku
Maka semoga aku juga menjadi rizki mulia untukmu...
Bersama menyempurnakan hati dalam Mahabah-Nya..
Menyemarakan dakwah dengan para Jundi - jundi Allah...
Aku bersama kesederhanaan yang terbalut takwamu...
Bersama menggapai perjuangan ini...
Yang karenamu Allah semakin sayang padaku...
Pada dakwahku...
original note by :
Fajri Dewi Masyithoh

Jumat, 10 Juni 2011

Ketika Rindu Tiba

Aku hanya tak punya agenda
untuk menanda kapan suatu debar akan tiba-tiba menampar dada...
Jangan heran, aku tak siap jika harus menolaknya

Di sudut kota, di rimbang petang,
kita bersulang segelas ingatan yang telah kita tuang
Menyesapi peristiwa demi peristiwa, demi detik detak jejarum waktu
Bukankah setelahnya kita pesan sepiring rindu?

Aku rindu
dengan segala kepurbaan
yang kujaga

- secuplik kata dari puisi Andi Wirambara -

Jika Aku Jatuh Hati

Bismillahirrahmanirrahiim

Ya Allah
Jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu

Ya Muhaimin
Jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut padaMu
Agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta nafsu

Ya Rabbana
Jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya
Agar tidak berpaling daripada hatiMu

Ya Rabbul Izzati
Jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang
Yang merindui syahid di jalanMu

Ya Allah
Jika aku menikmati cinta kekasihMu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya
Bermunajat di sepertiga malam terakhirMu

Ya Allah
Jika aku jatuh hati pada kekasihMu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam
Perjalanan panjang menyeru manusia kepadaMu

Ya Allah
Jika Kau halalkan aku merindui kekasihMu, jangan biarkan aku melampaui batas
Sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepadaMu

Amin ya rabbal alamin…

- a note by Nur Mahya Asriana -

It's My Love

Cinta itu adalah ketika timbul perasaan aneh disekujur tubuhmu baik ketika kau melihatnya, mendengarnya, ataupun ketika kau merasakan kehadirannya di dekatnya. Adakalanya kau selalu ingin dekat dengannya, namun yakinlah, bahwa jarak yang jauh terkadang justru mampu mendekatkan hati kalian. Dan juga sebaliknya, kedekatan tanpa ikatan pernikahan seringkali merenggangkan hati kalian.
Cinta itu tumbuh secara tak terduga. Terkadang kau berpikir bahwa kau LEBIH BAIK mencintai orang tersebut. Namun ketika HATImu menolaknya kau tak akan mampu berbuat apa-apa. Biarlah perlahan-lahan hatimu, bersama dengan masa yang akan menghapusnya dari pikiranmu. Namun ketika HATImu membenarkan kau justru akan dibuat kebingungan karenanya. Kau justru akan berpikir ulang sebelum kau benar-benar yakin bahwa dialah cintamu yg sebenarnya.
Cinta karena Allah adalah ketika kau mengerti, tak hanya kelebihan dari orang itu yang kau lihat, namun juga MEMAHAMI dan MENERIMA kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Sungguh pun kau baru boleh mengatakan bahwa "aku mencintainya" setelah kau benar-benar mengenalnya dgn sebenar-benarnya, yaitu baik dan buruknya.
Cinta karena Allah itu tidak akan pernah sebatas pada penampilan dan kecantikan. Adakalanya kau akan lebih mencintai sebongkah arang hitam daripada sebutir intan yang berkilauan. Karena sesungguhnya kau sadar bahwa kau membutuhkan sebuah kehangatan yang mampu mengusir rasa dingin dari jiwamu. Lebih daripada sekedar keindahan yang ternyata membuatmu beku kedinginan.
Cinta karena Allah itu TIDAK akan tumbuh dari kecantikan seseorang. Namun KECANTIKAN seseorang justru akan tampak ketika kau mencintainya. Adalah bagaimana kau bisa mencintainya karena akhlak dan agamanya, bukan pada rupa, harta, ataupun nasabnya. karena dengan inilah kau bisa menepis kefakiran, kehinaan, ketidak bahagiaaan, dan kemudian menggantinya dengan kemuliaan yang diridhoi oleh Allah SWT.
Cinta karena Allah akan membuatmu merasa tidak perlu memiliki meskipun dalam hatimu kau sangat ingin. Adalah bagaimana kau bisa ikhlas ketika dia ternyata lebih mencintai orang lain dan bahkan kau pun bisa berdoa agar mereka bisa berbahagia.
Cinta karena Allah tidak akan menggiringmu pada jurang kemaksiatan. Ketika kau melihat dia dan mencintainya, hal itu akan membuatmu semakin berbenah diri, kau menjadi mampu melihat kekurangan-kekurangan dirimu untuk kemudian memperbaikinya.
Cinta Karena Allah tidak akan membuatmu berpikir sempit, justru kau akan berpikir lebih jauh ke depan, lebih matang, lebih dewasa, dan ke arah yang lebih serius…!! Kau tidak akan berpikir dan membayangkan apabila kalian sudah pacaran, namun kau sudah berpikir ke arah pernikahan. Karena kau sadar bahwa ia jauh lebih kokoh, suci, berarti dan bermakna di hadapan Allah daripada sekedar pacaran.
Cinta karena Allah terkadang tak tumbuh dengan sendirinya. Kita seperti layaknya diberi biji untuk ditanam. Lalu ia tergantung pada bagaimana kita merawatnya. Jika kita baik, maka baik pulalah perasaan itu, dan juga sebaliknya. Terkadang pula bisa jadi ia tumbuh dengan sendirinya. Ada saat dimana kau terkadang ingin membunuh saja perasaan tersebut namun entah mengapa kau tak berdaya. Karena sebenarnya bukanlah kita yang menumbuhkan perasaan cinta tersebut, namun Rabb yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang lah yang berkehendak atas segala perasaan itu.
Cinta karena Allah Bukanlah tentang bagaimana kalian saling memandang, namun bagaimana tentang kalian melihat ke arah yang sama, dan berjalan ke arah yang sama. Kalian sadar bahwa kalian tidak akan mampu menghadapi perjalanan tersebut sendirian melainkan kau butuh seseorang untuk berjalan disisimu, yang saling membantu, saling meringankan, dan saling mengarahkan dalam perjalanan menggapai Ridha-Nya
Cinta karena Allah tidaklah selalu membutuhkan beragam kesamaan diantara kalian. Namun yang terpenting adalah kesamaan prinsip dan tujuan, yaitu menggapai ridha Allah SWT. dalam dirimu kau pun ingin agar kau merasa layak untuk mencintai dan dicintai olehnya.
Segala puji hanya bagiMu Ya Rabb Sang penguasa tidak ada yang luput dari pengetahuanMu..tidak akan habis air lautan atau bhkan lebih dari itu untuk menuliskan kalam Mu ..selalu berusaha untuk dapat memahami bahwa tidak ada yang sia-sia atas yang Engkau tentukan dan berprasangka yang terbaik untuk semuanya.Engkau Yang Maha Kuasa atas segalanya dan berkehendak tidak ada yang tidak mungkin.
- a note by Liliyani Ardian -

Rabu, 22 Juli 2009

Kisahku Tentang si Dia [Part 3]

Kisahku Tentang si Dia [Part 1]
Kisahku Tentang si Dia [Part 2]


Langsung saja tawa pun membahana dan kelas menjadi riuh. Sementara itu aku terus bernyanyi dan menahan rasa maluku bagai orang nggak tau malu demi Yue seorang, hingga aku mendengar suara Yue, “Huu... nggak level deh! Siapa juga yang mau sama kamu?!! Dasar bego, diboongin aja mau!”

DEG! Aku pun kemudian terdiam menahan marah dan malu yang meluap-luap lebih banyak dari sebelumnya. Ternyata Yue bohong!



“Diaaam...!!” Bersamaan dengan suara menggelegar itu, turunlah hujan di dalam kelas. Untung saja anak-anak sudah sedia payung sebelum hujan keluar dari mulut Pak Arman Gigi. Dan aku yang tidak memegang payung jadi kena semprot dari beliau. Sekarang tau kan, mengapa anak-anak pada manggil Pak Arman Gigi? Pak Arman sih ke-GR-an dipanggil Arman Gigi. Padahal, maksudnya tuh Pak Arman Gigi Tonggos! Yah, cuma disingkat aja supaya nggak kepanjangan ID, hehe.

Kembali ke masalah. Huh, aku disuruh berdiri di depan kelas hingga pelajaran usai! Dalam hati aku sangat kesal dan pengen sekali marah. Tapi nggak mungkin dong aku marah ama Yue.

“Dia kan cewek. Mau kutaruh di mana mukaku ini, hah?!” tanyaku pada Andri.

“Kamu bego banget sih! Yha di palamu itu, susah amat, amat aja nggak susah-susah. Tapi kalau kamu mau naruh di pantat juga boleh kok!” ledek Andri sambil menahan tawa.

“Sana ngomong lagi! Aku juga nggak ngerti kamu ngomong apa?!”

Aku kesel banget! Kecewa, sedih, marah, malu gara-gara tadi. Aku super duper dongkol ama omongannya Andri. Aku jadi pusing, males, bosen, ngantuk lagi ngerjain soal Matematika! Akhirnya aku nggak bisa ngerjain satu soal pun! En tentu aja aku dpet nilai nol, angka bulat yang kata temen-temen mirip diriku.

“Ah, kamu gimana sih, Sat?!” keluh Andri setelah nilai ulangan diberitahukan. “Kamu giman sih, Satria... aku aja yang bego gini bisa dapet nilai lima. Masa kamu yang jago makan dapet nilai nol, sih? Kamu masih mikirin Yue, ya? Tuh kan, aku bilang juga apa. Kamu tuh nggak cocok ama Yue. Yue nggak bakal nerima kamu jadi pacarnya. Tapi coba kalau kamu jadian ama Yue, pasti deh nanti kamu dapet nilai sepuluh. Kan, Yue angka satunya en kamu angka nolnya... Tapi kamu kan sekarang sendirian, jadi cuma angka nolnya aja... Bwaaahahakakakak...!!” ledek Andri.

“Terus aja kamu ngomong, sampe berbusa tuh mulut...!” kataku sebel.

“yee, marah nih maksudnya... Eh, tapi suaramu tadi bagus juga, walau nggak sebagus suaraku. Nyanyi lagi, dong...”

Ih, ini anak nggak ada kapoknya, ya! Tapi meski begitu, dengan prasaan sebel, dongkol, campur aduk nggak karuan, aku pun bernyanyi asal-asalan. Nyambung sana lah, nyambung sini lah.

“Kutanya malam, dapatkah kau lihatnya perbedaan yang tak terungkapkan... Tapi mengapa hanya aku yang dimarahi...!! Ouh yeah..!! Dan mungkin bila nanti, kita akan bertemu lagi, satu pintaku jangan kau coba tanyakan kembali, rasa yang kutinggal mati, seperti hari kemarin, saat aku bernyanyi, dan semua ikut bersorak... yeah! Yeah!! Aku punya teman, teman sepermainan.. Aku suka kamu suka, sudah jangan bilang siapa – siapa.. ooouuooh yeah...!”

Andri pun ikut menyemangati dengan berteriak, “Ah... ah... Oh no... Oh yes... Yeah-yeah!”. Mungkin teman-teman yang pada ngeliatin berpikir, “Orang stres abis patah hati temenan ama orang gila. Orang stresnya gendeng, temennya sableng, Wirosableng kalee...! Kok bisa gitu ya ketemu.” Yee, biarin lagi... Suka-suka gue dong!!

Nach, gitu deh, kisahku yang sedih di sekolah... dasar! Di sekolah dasar alias SD maksudnya... Dan mulai hari itu aku berjanji nggak akan ngedeketin cewek lagi. Tapi... sekarang aku kan udah kelas delapan, alias kelas dua SMP gitu lhoh. Uuh... nggak kuat deh sendirian terus. Cari cewek ah... Lagi pula aku sekarang udah nggak endut lagi, udah tinggi pula. Jadi ya, nggak seapes dulu waktu nembak Yue.

“Hi, girls, cewek-cewek semua...! Siapa yang mau jadi pacarku...?!” teriakku di depan kelas. Kontan semua bersorak, “Huu...!! Siapa bilang kamu udah kurus?? Pipi aja kayak ngemut bakso empat!”

Tapi kan, “Akulah Arjuna yang mencari cintaa... Haahahahaha!”


~~ das ende ~~


huuoohohohoho :P akhirnya slese juga...
Ini bener" karya cerpen perdanaQ lhoo.. jd mungkin masih banyak keanehan" dlm cerita.. *note: aQ ketik kmbali dr majalah sklh dmn cerpenQ dpublikasikan*

Makasih buat Satria *temanQ d SMPN 5 Denpasar* >> ceritamu menginspirasiQ frenz.. walo qta baru setengah taun brtemu, tp trnyata ceritamu sangat menggugah semangatQ

Makasih buat guru B.Indonesia *skaligus wali kelasQ di 10D SMPN 5 Denpasar* *maaf Pak, saya lupa nama Anda.. Sudah 4 tahun saya meninggalkan kelas 10D. pdhl Anda guru favirit saya :)* >> karena berkat tugas dari bapak, Satria dengan bersemangat menceritakan pengalamannya itu.
Ntah mengapa setelah mendengar Satria bercerita d depan kelas, ide-ide bermunculan di otak saya.. *cerita d cerpen ini sudah berbeda dr cerita asli*

Makasih buat Satria n Andri yg duduk sebangku dg sifat kalian yg berbeda *temanQ di SMPN 2 Cilacap, kls 8* sehingga saya bisa memodifikasi cerita asli Satria-ndut *apakah skrg km masih ndut?? hehehe :P* krn keadaanmu yg jauh berbeda dg Satria di Cilacap

Makasih buat Putri Hayu *temanQ d SMPN 2 Cilacap* >> krn hubunganmu dg Satria *walo skrg sudah brbeda* mnjadi inspirasi tokoh Yue di cerpen ini..
hehehehehe :P

Makasih buat bu Zuhdah *pembina majalah skull* >> karena udah mau nerbitin cerpen ini *yg smpet ilang d dokumen slama setaun* di akhir masa jabatana saya d redaksi

Makasih buat Ais *temenQ di SMPN 2 Cilacap hingga skrg* >> krn udah mau susah" ngedit tulisan d cerpen saiia. n tengs buat haha hihix saat membaca utk mengedit cerpen saiia.. ;)


whaa... makasih buat temen" yg udah baca cerpen asal"an ini n yg udah komen.. ^^
Alhamdulillah dbilang lucu juga.. hewhewhew :P *aQ kira jayus*
krn cerpen perdana.. jd saiia agak lebayy *agak?? ekstra kalee* gini deehhh... :P

Jumat, 17 Juli 2009

Kisahku Tentang si Dia [Part 2]

Kisahku Tentang si Dia [Part 1]
jyaahhhh... brasa kaya sinetron ajjee.... weekekekeke :P
gapapa dehh.. nulisnya dikit".. lg sibuk nheeh abizz kemah.. *sok sibuk* :D



“Trus, aku nanti duduk di mana...?” tanyaku dengan tampang bego.

“Ya, di tempatnya Yue dong?!” jawab Andri dengan entengnya.

[lanjutan]

“Aduuh, nanti Andri cayang sendirian doong. Ketakutan... Trus, siapa nanti yang kasih contekan kalo ulangan...?” tanyaku dengan sedih dibuat-buat.

“Oh iya, nanti kan ada ulangan matematika!! Ya ampyuun.... Oh, tolong ya Sat, kamu jangan pindah dulu... huu huu...” kata Andri tiba-tiba dengan kelabakan.

“Yeei, kalo ada perlu aja, pasti dech. Jadi sebel tau...!” jawabku sok marah.

“Oh, Satria... Dari lubuk hatiku yang paling dalam, tolong kau maafkan kesalahanku... Hikz hikz!” Ih, kayak baca puisi aja si Andri.

“Oke dech... Tapi, sekarang kasih pendapatmu dong, yang serius...!” kataku kemudian.

“Tapi yang kukatakan tadi juga serius kok, dua rius malah! Oke dech, demi mendapat contekan, akan kuberikan kau wejangan yang sangat ampuh! Hmmm, begini... Sebaiknya kamu jangan serius dulu dong nyatain cinta. Mmm... pertama-tama kamu buka tasmu, lalu kamu ambil kotak pensilmu, lalu kamu ambil pensil ato pulpenmu dari dalam kotak pensilmu. Sampai di sini, kamu ambil buku tulismu, robek kertas dari bukumu itu, lalu kamu siapkan penghapus bila kamu salah menulis, lalu kamu...”

“Stop! Stop....!!” belum selesai Andri memperagakan demo mengeluarkan alat tulisnya, kepalaku sudah pusing duluan. “Kamu ini mau kasih aku nasehat ato mau kasih tau aku caranya menyiapkan alat-alat tulis sih??!”

“Huwo huwo... Sabar dong, mas... Oke, terusss.....”

“Teruuss...??” sergahku nggak sabar.

“Terus, kamu tulis deh di robekan kertas itu : 'Yue aku cinta padamu, menikahlah dengaku...!'”

“Gedubraghzz...!!” Seketika itu juga aku jatuh dari kursi.

“Kamu kenapa, Sat?? Nggak ada gempa nggak ada badai, tiba-tiba jatuh dari kursi?!” tanya Andri dengan tampang heran.

“Heh, kata-katamu itu yang kayak gempa, en suaramu itu yang kayak badai! Masa aku disuruh nikah ama Yue? Cukup bilang 'suka' aja kenapa emang?!” kataku menyambar.

“Iya deh, sori... Kalo gitu cepetan gih, sekarang kamu nulis suratnya, entar keburu pelajaran mulai.”

Aku setuju aja ama saran si Andri, terus aku kirim surat ke Yue. Gini isinya : 'Yue, aku suka sama kamu, kamu mau nggak nerima aku...? -SATRIA-' . Lalu surat itu kutaruh di bangku Yue.

Pelajaran berikutnya pun berlangsung, yaitu pelajaran kesenian. Dia membaca suratku, sementara itu hatiku berdebar kencang. Dag dig dug dueeerrr gedubrak gedubrak (ini suara debaran jantung atau apaan sih?). Kulihat dia berpandangan dengan teman sebangkunya sambil cekikikan. Dan kulihat pula dia mengirim surat balasan yang diestafetkan ke bangkuku. Isinya adalah : 'Oke, tapi kamu harus buktiin ke temen-temen dengan nyanyiin lagu Ada Apa Denganmu-nya Peterpan di depan kelas, gimanapun caranya waktu jam pelajaran!'.

Wow, aku seneng banget... Yah, walaupun ada syarat yang harus aku penuhi, hingga nggak sadar aku bersorak, “Horee...!!”

Temen-temen pada ngeliatin aku dan tertawa. Aku pun tersadar bahwa Pak Arman Gigi, begitu semua temen-temen memanggil guru seni musik itu, menyuruhku untuk maju dan menyanyikan lagu bebas. Aku jadi ingat syarat yang diajukan Yue, spontan saja aku maju ke depan (yhaeyhalhaahh) dan menyanyikan lagunya Peterpan yang lagi ngetren saat itu. Dengan seluruh keberanianku, kukeluarkan suara cemprengku yang dahsyat untuk Yue (Yue juga nggak bakalan mau kaleee...!).

“Oooh... kutanya malam, dapatkah kau lihatnya perbedaan yang tak terungkapkan. Tapi mengapa kau tak berubah, ada apa denganmu... Yue.”

Langsung saja tawa pun membahana dan kelas menjadi riuh. Sementara itu aku terus bernyanyi dan menahan rasa maluku bagai orang nggak tau malu demi Yue seorang, hingga aku mendengar suara Yue, “Huu... nggak level deh! Siapa juga yang mau sama kamu?!! Dasar bego, diboongin aja mau!”

DEG! Aku pun kemudian terdiam menahan marah dan malu yang meluap-luap lebih banyak dari sebelumnya. Ternyata Yue bohong!

[Bersambung lagee...]

Jumat, 03 Juli 2009

Kisahku tentang si Dia

whaaa... akhirnya jadi jg Q posting cerpenQ... >.<
gara" temen yg bilang nyuruh Q coba posting hasil karyaQ ndiri.. hehehehe :P
ini cerpen perdanaQ lhooo.. Q buat wktu lazz 7 SMP..
so, klo ada keanehan" dlm crita harap dmaklumi... hohohoho :P
ochee dee.. met baca ajja... :)


KISAHKU TENTANG SI DIA


Oy, kenalin nih, namaku Satria. Tapi bukn Satria Baja Hitam lho... Hanya S-A-T-R-I-A. Ah, udah deh, nggak perlu memperdebatkan namaku, cuz namaku udah keren dari sononya, gitu. Hmm, aku hanya akan menceritakan kisahku dengan si dia dengan sebaik yang aku bisa. Tolong simak baik-baik yach. Karena cerita ini langka lhoh..

Ini adalah kisahku saat aku masih duduk di bangku kelas enam SD. Saat itu aku lagi naksir pada seorang cewek, namanya Yue. Dia itu cewek blasteran alias indo. Ayahnya keturunan Jepang. Yue tuh anaknya sempurna banget. Dia manis, terus kalo tersenyum ada lesung pipinya, kulitnya putih kekuningan, hidungnya mancung, tapi matanya nggak sipit, en rambutnya nggak lurus kayak orang Jepang, tapi agak berombak. Dia itu begitu mempesona! Temen-temen memanggilnya Putri Yue, abisnya dia itu cantik banget sih...! Kayak putri deh... Jadi, aku bertekad akan menyatakan cintaku padanya. Sebelum aku beraksi menyatakan cintaku, aku minta pendapat ke Andri, teman sebangkuku.

“Eh, Ndri, gimana kalo aku nembak Yue? Tapi pake surat dulu kali ya, biar nggak malu kalo nyatain perasaanku di depan umum terus ditolak.”

Andri ngelirik aku, lalu ketawa ngakak dengan kerasnya. Untung saja waktu itu jam istirahat, dan anak-anak kebanyak pada main di luar, jadi kelas lumayan sepi. Aku jadi heran ngeliat reaksi Andri, apa aku salah ngomong ya?

“Wooi, Sat, kamu waras? Ya iyhalah kamu salah ngomong!” kata Andri keras-keras terus ngakak lagi.

Mendengar komentar Andri aku jadi salting deh. Dan heran, kenapa Andri bisa bilang begitu dan tau apa yang aku pikirkan? Jangan-jangan dia punya ilmu hitam?! Hii... syereeem... atu jadi tatut deh!

“Kamu mau nembak Yue? Si putri dari Jepang itu?! Eh, kamu liat dulu donh badan kamu di kaca. Badanmu itu dah kaya bola, ya gendut, pendek, eh empuk juga kaya bantal! Hua-ha-ha-ha!”

“Eh, pelan-pelan, dong! Gimana sich yu, bukannya dukung ai?!! Aku ngambek nich...!” kataku dengan sebel. Aku tau badanku ini seperti yang dikatakan Andri, but PD aja lagi! Tapi, gondok juga ama omongannya dia.

“Kamu tuh, ya, kalo ngomong pake otak, kek!! Eh, maksudku kalo ngomong pake mulut, tapi dipikirin pake otak, gitu lhoh...!”

Mendengar kat-kataku Andri nyekakak lagi, “Welheh-welheh, sebel aja pake ngomong. Tangung tau?! Sana, banting aja kursimu! Buang sana di tong sampah...!” kata Andri seenaknya.

“Trus, aku nanti dudk di mana...?” tanyaku dengan tampang bego.

“Ya, di tempatnya Yue dong?!” jawab Andri dengan entengnya.


[Bersambung doloe *capexx : ON*]

Minggu, 18 Januari 2009

Cinta Nya

Ku buka mata
dan kulihat dunia
telah kuterima anugrah cintaNya . . . .

Tak pernah ku menyesali yang kupunya
tapi kusadari ada lubang dalam hati
ku cari sesuatu yang mampu mengisi lubang ini
ku menanti jawaban apa yang dikatakan oleh h a t i . . . .



disadur (co-paz) n disesuain dari FS my fren..
mb'RiN
thx yhaa..
^_^

Minggu, 11 Januari 2009

Cinta... Oh, Cinta...



Duile.... judulnya atuh buuu....
ga nyangka euy! Seorang una mo nulis ginian??
Aku juga ngga kepikiran buat nulis tentang yang satu ini. Aku bukan ahlinya...
Aku hanya tergoda untuk sekedar menuliskan satu dua kata... yah, lagi-lagi ini terinspirasi oleh tulisan, curahan hati temanku..


Hmm...
cinta...
banyak kata orang tentang cinta..
cinta itu apaan sih?
makanan?? minuman?? game?? heeeiii.....

ada yg blg cinta tuh dahsyaat...
da yg blg cinta tuh kaya entut..
da yg blg cinta tuh nyakitin...

dan,, segala macam kata-kata tentang cinta...
huh??

dan yg pasti, Allah tuuh Maha Pengasih n Maha Penyayang lagi.... Dialah sang pemilik cinta sejati. Sungguh hebatnya cinta tuh yhaah. Banyak cerita-cerita, novel-novel, dan segala macam tulisan yang membahas tentang cinta.
bayangin aja.. sekarang novel-novel teenLit pasti selalu dibumbui dengan prcintaan... film-film latar belakangnya bisa beda-beda, tapi pasti konteksnya nyangkut-nyangkut ke cinta juga..

eitzz.. jangan dikira cinta itu macam-macam lhoo...
cinta alam, binatang, dsb...
cinta saudara n sesama umat...
cinta harta benda...
cinta anak pada ortu...
cinta ortu pada anaknya...
cinta manusia terhadap lawan jenisnya...

tapi cm satu cinta sejati...
cuma cinta kepada Allah semata...

cinta lain selain cinta krpada Allah adalah cinta yg fana.. ngga sedalem, sebesar, or sesuci cinta Allah pada mahlukNya. Bayangin deh, kalo Allah kaga cinta, apa yang akan terjadi dengan diri kita??? woow... I dunno...

Cinta pada selain Allah tuh nggak jelazz deeh. Kalo cinta ama Allah kan udah jelas banget. Pasti. P.A.S.T.I. Allah akan membalas cinta kita. Bahkan jauh lebih besar Allah akan mmbalas cinta hamba-hambaNya... duilee,... dahsyaat bener...

hmm... Aku emang nggak pinter maparinnya...
tapi satu hal yang aku yakini, semua cinta kita kepada yang selain Allah tuh harus didahului dengan cinta kita kepada Allah, bukan cinta karena nafsu...

Maka kalo kita jatuh cinta sama yg selain Allah jangan terlalu berlebihan. Ih, masa mentingin yg laen sih daripada yang Tercinta... hoohohoh...

misalnya nih, cinta harta benda... hadhuuuh, jangan sampe deeh ngelakuin segala macam cara sampe yg ngga halal hanya untuk mencari harta, hanya agar hartanya nggak habis-habis, disayang-sayang. Seperti si Datuk Maringgih aja yg di ceritanya Siti Nurbaya, novel dulu yang terkenal itu. Haduh, jangan sampe deeh

Lalu, cinta manusia terhadap lawan jenisnya. Ini yg paling sering deeh. Wah, nggak ngerti lagi deh, yang lagi pada jatuh cinta itu berbunga-bunga, rasanya dunia milik berdua. Kalo nggak ketemu aja bayang-bayangin dia melulu. Sampe lupa shalat?? astaghfirullahaladziim..  Jangan sampe deeeh. Mati aja lu sono. hohohohoo.. :P
lhaa yg lagi patah ati. Duilee, omongannya sampe busa-busa sana sini.. Yang tak bisa hidup tanpamu lah.. Emangnya dia yang ngasih kamu makan? dia yang ngasih kamu oksigen? emangnya dia yang membelikan udara ini dari Tuhan buat kamu? dia yang ngasih kamu kehidupan? haduh, yang bener ajee

hah.. hah... ko jadi ekstreem gene ngomongnya... hoohohoh :P

Duuh... yhaah, aku nggak pinter ngungkapinnya sih... yhaah, aku cuma ingetin aja buat sodara-sodaraku  sekalian yg saya cintai dan mencintai saya... (hohohoho :P)
kalo uda cinta sama sesuatu itu, jangan lupa sama yg Tercinta yak...
Mulai deh cinta kita kepada Allah mencintai RasulNya...
Cinte Al-Qur'an, Gue Banget... (kaya judul buku aja.. hehehh :P)

so, buat yg lagi patah hati, inget Allah deh... kamu bakal dikasih cinta yang lebih besar dariNya...
ochee.... ochee... ^_^

Sabtu, 11 Oktober 2008

Raja Jatuh Cinta.....!!!!

why?
kenapa sih?
emangnya kenapa??
lho kok??

"jangan tanyakan mengapa
karna ku tak tahu......."

hohohoho.....
nggak tau juga kenapa aku suka lagu ini....
Aku udah lama denger lagu ini... Tapi aku kaget begitu lagu ini diputer untuk theme song sebuah sinetron ramadhan....
aneh juga, masa' sinetron ramadhan lagunya gitu.. hohohoo... tapi aku suka kol...
ceritanya yha mandan nyambung lhaa ama lagunya *ngapak mode on*....
apalagi si Kevinnya, ceritanya si rajanya gitu...
hohohoho....


raja??
bagi kamu para cewek...
siapakah raja hatimu??
Aku yakin... nggak semua raja hatimu itu cakep kok...
tapi aku yakin, bagimu dialah yang tercakep...
hohohohoho... (??)

raja??
mengapa dia menguasai hatimu??
jawabannya ada pada dirimu....

untuk cewek-cewek yg mendambakan raja....
raja yang bener-bener raja yang bisa memimpin kamu....
menjadi imam kamu....
dan pastinya membimbingmu ke tujuan yg benar..
ke jalan yg diridhai Allah.....

bagaimana bila raja yg jatuh cinta padamu??
stop!!
slow down baby...
temukanlah dulu..
apakah dia benar-benar raja??
raja duniakah??...
atau raja akhirat??

jadilah bidadari-bidadari yang benar-benar bidadari...
bidadari surga...
untuk raja d surga hatimu......



hohohoho....
aneh jg aku nulis begini....